Jumat, 29 Januari 2016

Sejarah Perkutut Majapahit Hingga Sekarang

Sejarah Perkutut Majapahit  -  Perkutut merupakan burung yang tidak ada surut – surutnya menjadi ajang pembicaraan. Dahulu untuk memiliki burung perkutut harus berdarah biru atau keturunan ningrat saja akan tetapi saat ini semua orang dapat memiliki burung tersebut.

Sejarah Awal Mulanya Perkutut Majapahit Hingga Saat ini Menjadi Gaib

Dahulu perkutut merupakan hewan yang digunakan untuk mendengarkan kicauannya dan hanya dimiliki oleh kaum darah biru saja.

Salah satu ningrat adalah Prabu Brawijaya, bermula ketika joko mangu sedang merawat burung perkutut milik Prabu Brawijaya V di pagi hari, dengan tidak sengaja joko mangu lupa menutup kandang dan akhirnya lepas.

Joko mangu pun minta maaf kepada sang raja majapahit terakhir (Prabu Brawijaya V), dan akhirnya para penjaga raja menahan serta ingin menyita seluruh harta dan istrinya. Namun dengan kebijaksanaan sang raja “Biarlah, wahai penjagaku itu hanya seekor burung, hartaku sebenarnya adalah rakyat bukan perkutut”.
Sang prabu pun ingin melanjutkan hijrah tepatnya di wilayah Yogyakarta, dengan ajaibnya burung perkutut sang raja menghampiri di pundaknya, tepatnya di daerah kretek dekat Imogiri, Kabupaten Bantul dan disaksikan oleh raja – raja sekitar mataram saat perkumpulan di yogyakarta.

Dengan merasa terkagum, burung perkutut dalam kehidupan keraton yogyakarta dianggap memiliki nilai luhur dan sejarah yang luar biasa yang menyatukan berbagai raja – raja.

Tradisi perkutut ini diperluas dengan keunikan – keunikan berbeda tiap daerah salah satu contohnya Sri Sultan Hamengkubuwono VII (1877-1921) yang mentradisikan perkutut dengan cara melombakan suara jawara perkututnya dan tujuan utama yang tidak dilupakan adalah menghibur masyarakat. Pada saat acara ini juga muncul rilisan lagu dari Sri Sultan Hamengku Buwono VII yang diilhami suara anggungan perkutut dengan nama Monggang.

Pada jaman Sri Sultan Hamengku Buwono Ke VIII (1921 – 1939) acara tersebut masih dilestarikan, namun yang mengikuti masih kalangan darah biru seperti dokter, pedangang kaya, raja dan seterusnya.
Pada saat sri sultan ke VIII berita mengabarkan bahwa seorang putra raja bali meninggal dunia, dan diduga dibunuh musuh yang memiliki dendam, tepatnya di desa tutul di blambangan, banyuwangi dan ditemukan jasadnya.

Akan tetapi bapak dari putra raja bali yang meninggal tidak mengetahui siapa yang membunuhnya, lantas setelah pemakaman berkisar antara dua harian bapak putra raja tersebut dihampiri oleh seekor perkutut berjambul dan bentuknya sangat berbeda dengan perkutut yang selama ini ditemuinya.

Dengan kagetnya perkutut ini berperilaku seperti ingin menunjukkan sesuatu dan sang raja pun mengikuti burung tersebut, sesaat sampai ditujuan ditemukanlah sebuah keris milik putranya dan terbongkarlah siapa pelaku pembunuh putranya.

Sebelum berpisah, perkutut jambul ini berpangku di tangannya dan mencium – cium tangan sang raja, seakan dia ingin berpamitan dan tak lagi bisa menemani kerajaan, dari sinilah muncul raja bali mengatakan “Putra saya masih hidup, saat ini menjelma menjadi sebuah perkutut yang memberikan ketenangan, kebahagiaan setelah saya melampaui kesedihan setelah ditemukan jasad putraku yang tercinta”

Pada masa ini muncul pendapat yang saling timbul, yang pertama adalah perkutut memiliki daya mistis yang dapat mempengaruhi kehidupan seseorang, buktinya adalah para pesertanya orang kaya – kaya, putra raja bali yang masih hidup, dan perkutut juga termasuk bilangan kelima (urutan ke lima) dari ksatria jawa yaitu wisma (rumah), garwa (isteri), curiga (keris), turangga (kuda) dan kukila (perkutut). Silahkan baca selengkapnya ksatria jawa paripurna di http://iwanmuljono.blogspot.co.id/2011/11/wisma-wanodya-turangga-kukila-curiga-1.html
5 Ksatria Jawa Kraton - Sejarah Perkutut Majapahit


Pada masa kekutunan ini ada yang juga menganggap itu hanya pameran dan sekedar menghibur.
Perkutut lama demi lama dijadikan sebagai latihan spiritual dan pemujaan karena dapat mempengaruhi jalan hidup seseorang. Setelah lama mempercayai, ditemukan lagi perdebatan bahwa burung perkutut ada yang katuranggan, memiliki ciri mathi yang bergaris – garis menandakan bahwa rejekinya melimpah sampai akhir hayatnya. Silahkan baca selengkapnya 5 perkutut jawa mitos



Setelah tak lama kemudian munculah Perkutut jenis baru bermata merah dan katuranggan menyelimuti burung ini tahun 2012 – saat ini dengan nama perkutut udan mas. Silahkan baca selengkapnya mengenai Perkutut Udan Mas


Setiap perkutut yang dibuat ritual dan pemujaan memiliki syarat sendiri – sendiri, berikut ini kurang lebih informasi mengenai syarat ritual, silahkan baca http://injenisburung.blogspot.com/2016/01/perkutut-majapahit-asli-hanya-ada-5.html

Hingga sampai saat ini perkutut emang sudah menjadi hewan mistis tahun 2016 mendatang, belum lagi dikabarkan berita kemarin burung perkutut bisa menembus tembok yang tidak sengaja terkunci di dalam ruangan. berita ini dilansir viva news dilaman http://nasional.news.viva.co.id/news/read/641038-misteri-perkutut-gaib--bisa-masuk-walau-dikunci

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar